MENU UTAMA
Beranda Berita Laman Profil Pengumuman Agenda Prestasi Galeri GTK Fasilitas Kontak
Berita Sekolah

FESTIVAL KAMPUNG DULU: SDN VI TAMBAK UKIR HIDUPKAN KEMBALI KULINER DAN PERMAINAN TRADISIONAL

πŸ“… 30 Sep 2026, 21:58 WIB ✍️ Oleh: Administrator SD NEGERI VI TAMBAK UKIR πŸ‘οΈ 91x dibaca
FESTIVAL KAMPUNG DULU: SDN VI TAMBAK UKIR HIDUPKAN KEMBALI KULINER DAN PERMAINAN TRADISIONAL
TAMBAK UKIR, KENDIT β€” Semangat melestarikan budaya lokal dan mengenalkan kembali kehidupan masyarakat tempo dulu kepada generasi muda terlihat dalam kegiatan Gelar Karya Kokurikuler β€œFestival Kampung Dulu” yang diselenggarakan oleh SDN VI Tambak Ukir, Kecamatan Kendit. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keceriaan tersebut menjadi sebuah ruang belajar bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat berbagai kekayaan budaya yang ada di lingkungan masyarakat. Tidak hanya melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas, para siswa mendapatkan pengalaman secara langsung melalui pengenalan makanan tradisional serta permainan rakyat yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan anak-anak di kampung. Mengusung tema kehidupan kampung tempo dulu, kegiatan Festival Kampung Dulu menghadirkan sejumlah makanan khas tradisional, di antaranya Getuk, Sawut, dan Luk'Ghuluk. Berbagai makanan tersebut menjadi bagian menarik dalam gelar karya sekaligus sarana bagi siswa untuk mengenal keberagaman kuliner tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Getuk dan Sawut, misalnya, merupakan makanan tradisional berbahan dasar sederhana yang memiliki cita rasa khas dan lekat dengan kehidupan masyarakat. Sementara itu, Luk'Ghuluk turut diperkenalkan sebagai salah satu kuliner tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan pangan lokal. Bagi para siswa, kegiatan tersebut bukan sekadar mengenal nama dan bentuk makanan. Mereka juga belajar mengenai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti kesederhanaan, kreativitas, kemandirian, serta pentingnya menjaga warisan budaya yang ada di lingkungan sekitar. Menghidupkan Kembali Permainan Rakyat Semarak Festival Kampung Dulu semakin terasa ketika para siswa diajak memainkan berbagai permainan tradisional, seperti Engklek, Benteng, dan Benthik. Permainan-permainan tersebut menghadirkan suasana berbeda dibandingkan aktivitas anak-anak pada era digital saat ini. Lapangan sekolah menjadi ruang bermain yang penuh dengan tawa, semangat, dan interaksi antarsiswa. Melalui permainan Engklek, Benteng, dan Benthik, peserta didik tidak hanya diajak untuk bergerak dan bermain, tetapi juga belajar mengenai kerja sama, sportivitas, ketangkasan, strategi, keberanian, dan sikap menghargai teman. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata bahwa permainan tradisional masih memiliki nilai pendidikan yang relevan bagi anak-anak. Permainan rakyat yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dapat dikemas menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Dihadiri Sekolah-Sekolah se Gugus 3 Kecamatan Kendit Festival Kampung Dulu SDN VI Tambak Ukir juga semakin semarak dengan kehadiran sejumlah sekolah yang tergabung dalam Gugus 3 Kecamatan Kendit. Beberapa sekolah yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain SDN 1 Tambak Ukir, SDN 3 Tambak Ukir, SDN 5 Tambak Ukir, dan SDN 2 Rajekwesi. Masing-masing sekolah turut hadir bersama Kepala Sekolah, beberapa perwakilan guru, serta 10 orang siswa. Kehadiran para peserta dari berbagai sekolah tersebut menciptakan suasana kebersamaan dan memperkuat semangat kolaborasi antarsatuan pendidikan. Para siswa dari berbagai sekolah mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi, mengenal satu sama lain, mengikuti permainan tradisional, serta menikmati berbagai sajian kuliner yang menjadi bagian dari Festival Kampung Dulu. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi bagi para pendidik dan peserta didik di lingkungan Gugus 3 Kecamatan Kendit. Mendapat Dukungan PGRI dan K3S Kecamatan Kendit Selain dihadiri oleh sekolah-sekolah di lingkungan Gugus 3, kegiatan Festival Kampung Dulu juga mendapat perhatian dan dukungan dari perwakilan PGRI Kecamatan Kendit serta K3S Kecamatan Kendit. Kehadiran unsur organisasi profesi guru dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan pendidikan yang mengedepankan pengalaman belajar peserta didik melalui budaya dan lingkungan sekitar. Festival Kampung Dulu menunjukkan bahwa kegiatan kokurikuler dapat menjadi sarana untuk menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata. Peserta didik tidak hanya menerima pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman melalui aktivitas budaya, permainan, interaksi sosial, dan pengenalan makanan tradisional. Belajar dari Masa Lalu, Menatap Masa Depan Kepala Sekolah SDN VI Tambak Ukir Gilang Prayogi Gustiar,S.Pd.SD dalam kesempatan tersebut dapat menyampaikan bahwa kegiatan Festival Kampung Dulu diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi peserta didik dalam mengenal budaya dan kehidupan masyarakat pada masa lalu. β€œMelalui Festival Kampung Dulu, kami ingin mengajak anak-anak untuk mengenal kembali budaya, makanan tradisional, dan permainan rakyat yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Harapannya, anak-anak tidak hanya mengetahui budaya dari cerita, tetapi juga dapat merasakan dan mempraktikkannya secara langsung,” ujar Kepala Sekolah. Menurutnya, perkembangan zaman dan teknologi merupakan bagian dari kehidupan yang tidak dapat dipisahkan. Namun demikian, generasi muda tetap perlu memiliki pengetahuan dan kecintaan terhadap budaya lokal agar warisan tersebut tidak hilang ditelan zaman. Semangat tersebut tercermin dalam rangkaian kegiatan yang melibatkan siswa secara aktif. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian utama dalam proses belajar dan gelar karya. Kokurikuler yang Penuh Makna Gelar Karya Kokurikuler β€œFestival Kampung Dulu” menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang memberikan pengalaman berbeda kepada peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berupaya menanamkan berbagai nilai karakter, seperti gotong royong, kreativitas, kemandirian, kebersamaan, tanggung jawab, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa lingkungan sekitar dapat menjadi sumber belajar yang kaya. Makanan tradisional, permainan rakyat, serta kebiasaan masyarakat masa lalu dapat dikemas menjadi sebuah kegiatan pendidikan yang menarik bagi anak-anak. Di tengah perkembangan teknologi dan semakin populernya berbagai permainan digital, kehadiran permainan seperti Engklek, Benteng, dan Benthik menjadi sebuah pengingat bahwa permainan sederhana pun mampu menghadirkan kegembiraan sekaligus pembelajaran. Begitu pula dengan Getuk, Sawut, dan Luk'Ghuluk yang menjadi pengingat akan kekayaan kuliner tradisional masyarakat. Menjaga Warisan, Merawat Kebersamaan Festival Kampung Dulu akhirnya bukan sekadar kegiatan gelar karya. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi jembatan antara generasi masa lalu dan generasi masa kini. Melalui kegiatan yang sederhana namun sarat makna, peserta didik diajak untuk memahami bahwa budaya lokal merupakan bagian penting dari identitas masyarakat. Apa yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dapat dikenalkan kembali melalui dunia pendidikan dengan cara yang menyenangkan. Dari halaman sekolah, makanan tradisional, dan permainan rakyat, SDN VI Tambak Ukir bersama sekolah-sekolah se Gugus 3 Kecamatan Kendit menunjukkan bahwa melestarikan budaya dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Festival Kampung Dulu pun menjadi sebuah catatan kebersamaan: belajar dari masa lalu, mengenal budaya hari ini, dan menyiapkan generasi yang tetap berakar pada budaya di tengah perubahan zaman. (Red_Tuan_Demang)
Tag: ##GelarKaryaKokurikuler #FestivalKampungDulu #SDN6TambakUkir #SDNVIATambakUkir #TambakUkir #KecamatanKendit #Gugus3Kendit #BudayaLokal #BudayaTradisional #KearifanLokal #MakananTradisional #Getuk #Sawut #LukGhuluk #PermainanTradisional #Engklek #Benteng #Benthik #PendidikanKarakter #Kokurikuler #SekolahDasar #SekolahBerbudaya #GenerasiPelestariBudaya #LestarikanBudaya #BelajarSambilBermain #SekolahIndonesia #PendidikanIndonesia #KegiatanSekolah #GelarKaryaSekolah #FestivalBudaya #KampungDulu