ATAP KELAS AMBRUK, SISWA SDN 6 TAMBAK UKIR TERPAKSA BELAJAR DI LUAR RUANGAN
Tambak Ukir — Aktivitas belajar mengajar di SDN 6 Tambak Ukir terpaksa dipindahkan ke luar kelas setelah atap salah satu ruang belajar ambruk akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Pantauan di lokasi, puluhan siswa tampak mengikuti pelajaran di halaman sekolah dengan beralaskan tikar seadanya. Mereka duduk berkelompok sambil memperhatikan guru yang mengajar menggunakan papan tulis darurat. Sementara itu, sisa reruntuhan atap berupa genteng dan kayu masih terlihat di sekitar bangunan kelas yang rusak.
Seorang guru menyampaikan bahwa kejadian ambruknya atap terjadi secara tiba-tiba setelah struktur bangunan tidak mampu menahan beban air hujan. Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa karena terjadi di luar jam pelajaran.
“Kami tetap berupaya agar kegiatan belajar mengajar tidak terhenti, meskipun harus dilakukan di luar kelas dengan segala keterbatasan,” ujarnya.
Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para siswa. Selain harus beradaptasi dengan cuaca panas dan angin, mereka juga menghadapi keterbatasan fasilitas belajar. Meski demikian, semangat siswa terlihat tidak surut. Mereka tetap mengikuti pelajaran dengan serius, bahkan sesekali aktif menjawab pertanyaan dari guru.
Beberapa siswa mengaku merasa sedih karena tidak bisa belajar di dalam kelas seperti biasanya. Namun, mereka tetap berusaha fokus agar tidak tertinggal pelajaran.
Hingga saat ini, pihak sekolah masih menunggu bantuan untuk perbaikan ruang kelas yang rusak. Diharapkan, proses renovasi dapat segera dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kondisi infrastruktur sekolah, terutama di tengah cuaca ekstrem yang kerap terjadi belakangan ini.