Guru serta Siswa Antusias Ikuti Simulasi Evakuasi Mandiri dan Edukasi Multimedia

TAMBAK UKIR, SEPINTU 6 — Suasana belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) VI Tambak Ukir pada Selasa pagi mendadak riuh dan dipenuhi antusiasme. Kehadiran armada khusus berwarna oranye mencolok milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menjadi pusat perhatian semua siswa dan guru. Hari itu, tim BPBD JATIM secara khusus menghadirkan program unggulan mereka, yakni Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana atau yang lebih dikenal sebagai MOSIPENA.

Kunjungan ini dilakukan sebagai langkah nyata dalam menjemput bola demi mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak usia dini, mengenai pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam. Wilayah Tambak Ukir sendiri dinilai memiliki karakteristik geografis yang memerlukan perhatian khusus terkait potensi kebencanaan, sehingga pemahaman akan mitigasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi warga sekolah.

Menggunakan pendekatan yang ramah anak, personel BPBD JATIM menyulap halaman sekolah menjadi wahana belajar interaktif. Melalui layar multimedia yang terintegrasi di armada MOSIPENA, para siswa dan Guru disuguhkan praktik mengenai tata cara menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi dan cuaca ekstrem serta memadamkan api ketika Tabung Gas Bocor dan mengeluarkan Api.

"Kami ingin menanamkan budaya siaga secara mendalam, bukan rasa takut yang berlebih. Anak-anak harus paham tindakan mandiri yang harus diambil saat alam sedang tidak bersahabat," ujar salah satu personel instruktur BPBD JATIM di sela-sela kegiatan.

Tidak hanya menonton, para siswa juga langsung diajak melakukan praktik atau simulasi mandiri. Gelak tawa berbaur ketegangan yang seru pecah ketika instruktur memberikan aba-aba bahaya. Secara serentak, anak-anak mempraktikkan metode "Drop, Cover, and Hold On" — yakni tindakan merunduk, berlindung di bawah meja, dan bertahan dengan memegangi kaki meja untuk melindungi area kepala mereka dari potensi reruntuhan.

Pihak Kepala Sekolah SDN VI Tambak Ukir yakni Gilang Prayogi Gustiar,S.Pd.SD menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif yang dilakukan oleh BPBD JATIM ini. Menurutnya, edukasi visual dan praktik langsung seperti ini jauh lebih efektif dan membekas di ingatan para murid dibandingkan metode konvensional yang hanya bersumber dari teks di buku pelajaran ruang kelas.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, pihak BPBD JATIM dan sekolah berharap para siswa SDN VI Tambak Ukir tidak sekadar membawa cerita seru ke rumah, melainkan membawa bekal pengetahuan mitigasi yang berharga. Mereka diharapkan mampu menjadi agen-agen kecil tanggap bencana yang dapat menularkan kesadaran siaga di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar demi mewujudkan generasi yang tangguh dan siap selamat. (TUAN_DEMANG/RED)